Sudah H-3 Ujian Nasional, dan saya masih berkutat di depan komputer. What the hell are you thinking, man?! Pasti kalian bertanya seperti itu.
Well, saya stress. Penat banget deh belajar melulu. Makanya saya memutuskan untuk menghabiskan seharian ini dengan leha-leha. Besok baru belajar lagi.
Setelah beristirahat selama dua jam di kamar, kami sekeluarga melanjutkan pelancongan kita. Tujuan kita yang utama sih, tentu aja, Suria KLCC yang lebih dikenal dengan Twin Tower. Saya sih, niatnya ngunjungin Twin Tower, soalnya kata temen-temen disitu lebih cihuy foto-foto pas malam hari. Tapi bokap malah ngancurin niat mulia saya. Hah, yasudahlah.
Kita ke Twin Tower dengan berjalan kaki loh! Coba bayangin kalo di Jakarta, andaikan saya turis asing pun, saya ogah jalan kaki ke Monas. Bukan apa-apa sih, tapi emang jaraknya gak terlalu jauh, dan ada jembatan khusus dari Bukit Bintang yang nyambung sampai ke Suria KLCC.
Jangan bayangkan jembatannya seperti di Jakarta yang kadang suka dipenuhi pengemis atau penjaja barang. Jembatan tersebut ada AC alias pendingin ruangannya, coy! Cihuy banget ya, hahaha. Jembatannya terletak di Pavilion Mall Kuala Lumpur. Jalan kaki kesana dari hotel saya sekitar 10 menitan (well, sebenarnya lebih, karena kita kebanyakan foto-foto, hohoho)
Minggu lalu, tanggal 3 Januari, saya dan keluarga saya minus kakak saya, berangkat jalan-jalan ke Kuala Lumpur, Malaysia. Kita udah mesen tiket pesawat dan hotel beberapa hari sebelumnya di internet, pas lagi ada tiket murah dan diskon hotel. Biasalah, trip ala backpacker gitu loh.
Tanggal 3 Januari 2013, saya dan keluarga saya udah nyampe di Bandara Soekarno Hatta dari jam setengah enam pagi, soalnya pesawat boarding jam 7 pagi. Awalnya kita sempet nyasar ke Terminal 2D, soalnya kita kira penerbangan yang akan kita tumpangi, Tiger Airways, ada di terminal itu. Eh, ternyata ada di Terminal 3, terminal baru yang juga terminal untuk Air Asia.
Terminal 3 keren banget! Kalo menurut saya sih hehehe. Kita nunggu di executive lounge karena belum sarapan dan pengen nunggu di tempat yang lebih comfy. Akhirnya setelah nunggu kurang lebih sejam, kita naik ke pesawat.
Di pesawat yaaa.... gitu-gitu aja. Penumpang di dalem pesawat Tiger Airways cuma sedikit hari itu, kira-kira hampir setengahnya kosong :/
Setelah 1 jam 45 menit di pesawat, akhirnya nyampe juga di bandara. Nah, karena Tiger Airways itu penerbangan murah (bukan murahan loh!) maka mendaratnya juga di LCCT (Low Cost Carrier Terminal).
Walaupun namanya Low Cost, tapi gak jelek-jelek banget lah bandaranya. Masih lebih bagus dari Soekarno Hatta malah --"
Saya adalah pemakai setia produk Ellips. Tau kan Ellips itu apa? Bukan, yang saya maksud bukan bentuk. Tapi produk vitamin untuk rambut. Dari SD saya udah pake Ellips loh. Yang pertama kali saya pake adalah Ellips warna kuning, yang berfungsi untuk membuat rambut lembut dan mengkilap (smooth and shiny).
Tapi setelah itu saya kepikiran untuk mencoba produk Ellips yang warna lain, pilihan saya jatuh ke Ellips yang warna coklat, dan saya gak nyesel beli setabung :D
Saya sekarang menggunakan Ellips brown yang ada kandungan ginseng dan madu. Di tabungnya sih ditulis "Rambut kuat dan halus selembut sutera" dan ada lagi tulisan "Enriched with Moroccan Oil". Saya gak tau sih Moroccan Oil tuh kayak gimana bentuknya, tapi yang pasti berguna banget buat rambut ^^
Pasaran banget ya judulnya? Hehehe. Biarlah, toh emang isi blog kali ini tentang resolusi saya untuk tahun 2013. Oh iya, sebelumnya saya mau ngucapin ;
HAPPY NEW YEAR!
MAY YOU HAVE A WONDERFUL YEAR!
Dan kali ini saya akan menggunakan kata "saya" dan bukan "gue" lagi. Kenapa? Karena saya yakin, yang baca blog saya bukan cuma anak-anak atau remaja, tapi orang-orang yang udah dewasa lah istilahnya. Kan lebih sopan ya kalau pake kata saya.
Kalo ditanyain apa resolusi saya untuk tahun 2013, jujur aja, gak banyak-banyak kok. Saya gak berharap dapat gadget canggih, atau mungkin wisata ke luar negeri. Resolusi tahun 2013 saya itu...
Halo! It's me again. Udah agak lama ga ngeblog, dan tangan gatel pengen ngetak ngetik.
Hari Rabu kemaren adalah puncak acara Gebyar 48, dimana kita (siswa/i dan guru serta karyawan) merayakan ulang tahun SMA Negeri 48 Jakarta yang ke.... lupa. Oke. Jujur aja gue ga tahu! Tapi yang gue inget ulang tahun SMAN 48 itu tanggal 28 Agustus. Beuhh... lama amat dirayainnya ya.
Iya, jadi begini nih. Sekolah gue kedatangan siswa-siswi pertukaran pelajar dari Jurongville Secondary School, Singapore selama tiga hari. Nah, untuk menghemat biaya (maklum, udah sekolah gratis), maka penutupan acara pertukaran pelajar dilakukan hari Rabu, bertepatan dengan Gebyar 48.

